Tuesday, 24 September 2013

Menapak Jalan Terjal

Waktu itu sore hari, mungkin bagi kebanyakan orang lain itulah saatnya untuk pulang ke rumah secepatnya menemui anak istri karena telah lelah bekerja seharian, coba bayangkan jika salah satu dari kebanyakan orang tersebut cuma ingin lewat jalan yang enak tanpa susah payah, intinya tidak mau susah. bagi kebanyakan orang hidup yang serba mewah di jaman sekarang ini, justru kadang-kadang rasa bersyukurnya kurang. dimana kita banyak harta, tidak bekerja keras,tidak merasakan lelahnya badan. kita jadi terlena akan hal itu.
Bagi saya jalan terjal adalah suatu jalan yang akan membawa kedewasaan kita untuk mendekatkan diri kita ke Sang Pencipta. Dengan banyak tikungan, lubang, rintangan, dan sebagainya, ini akan membuat kita untuk terus hati-hati dalam melangkah dan bersyukur, ternyata kita aman ya, kita selamat, lihat tu ada yang jatuh hanya karena tidah hati-hati. Indah Bukan. Bagaimana jalan itu, berapa pun jaraknya, banyak rintangan. kalau kita nikmati semua itu jadi luar biasa.
Pernahkah kamu berpikir bagaimana luar biasanya Allah itu menciptkan akal kepada manusia untuk membuat motor, dan membuat aspal untuk jalan. semua itu karena-Nya.
Ada ni temenku dia rumahnya 60 km dari tempat beliau mengajar, tapi beliau ikhlas untuk menjalaninya. karena Allah. Dan aku juga belajar dari beliau, dia tidak pernah mengatakan tidak jika dimintai bantuan. Rugi dong kalau bilang tidak, sudah jauh-jauh tanpa berbuat amal kebaikan. Jangan menjadi orang yang sia-sia, betul tidak. Jadilah orang yang bermanfaat di dunia. Mumpung nyawa masih ada, udara masih ada, darah masih mengalir, dan tentunya Allah masih memberikan kesempatan kepada kita.
Jalan terjal.....
biarlah orang mau berkata apa, asalkan saya benar sesuai syariat Islam. Karena yang berhak menilai adalah Allah. aku cuma bisa membantu. aku memang pendiam, tapi bukan pendendam. aku mungkin acuh tapi aku mendoakan. Insya Allah.
Itulah jalan terjalku yang aku pilih....
Aku bisa sampai disini karena jalan itu... dan aku syukuri.
Aku jalani jalanku ini, ada banyak perbedaan, tapi itulah hidup. kita memang diciptakan berbeda, iya kan. kenapa kita mempersoalkan perbedaan. ada pasangan yang pisah gara-gara "karena kita beda" ?
Perbedaan adalah sesuatu yang harus kita syukuri. Janganlah pernah kamu menyalahkan orang lain hanya karena beda, karena kalau kamu menyalahkan justru menunjukkan ketidaktahuan kamu. Bukan begitu .....
"Jalan terjal membuat kita menjadi dewasa dalam menyelesaikan masalah apapun" 

Friday, 13 September 2013

Ciri-ciri Istri Sholehah


Ciri-ciri dari  istri sholehah idaman lelaki
  1. istri idaman adalah seorang muslimah yang baik.
  2. Ia adalah seorang Wanita yang kokoh berpegang teguh atas keimanan dan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu Wa Ta’aala
  3. Ia adalah seorang Wanita yang selalu patuh dan taat kepada orang tua.
  4. Ia adalah seorang Wanita yang ikhlas dalam menjaga dan menutupi auratnya.
  5. Ia adalah seorang Wanita yang merendahkan suara dan santun jika bertutur kata.
  6. Ia adalah seorang Wanita yang senantiasa menjaga kemuliaan akhlak (tingkah laku) dimanapun ia berada.
  7. Ia adalah seorang Wanita yang lebih banyak menghabiskan waktu di rumah dibanding berada di luar untuk hal-hal yang tidak bermanfaat.
  8. Ia adalah seorang Wanita yang tidak suka berkumpul-kumpul untuk berghibah (memperbincangkan kejelekan orang lain).
  9. Ia adalah seorang Wanita yang tidak suka bersolek berlebihan dan tidak suka bertabarruj (sengaja menampakkan kecantikan diri) yang pada akhirnya mengundang nafsu kaum Adam.
  10. Dan istri idaman adalah seorang Wanita muslimah yangg lebih mengedepankan menuntut ilmu dibanding keinginan untuk sekedar mempunyai pacar.

sumber : http://wanitamuslimah02.blogspot.com

Tuesday, 3 September 2013

Sebuah harapan

Dalam riwayat Imam Muslim diceritakan, “Suatu hari anak Abu Thalhah dari (ibu) Ummu Sulaim meninggal dunia. Lalu, Ummu Sulaim berkata kepada keluarganya, ‘Jangan kalian bercerita kepada Abu Thalhah perihal anaknya itu. Biar aku sendiri yang akan menceritakan kepadanya.”

Begitu Abu Thalhah datang dari suatu bepergian, Ummu Sulaim menghidangkan santap makan malam kepadanya. Setelah Abu Thalhah makan dan minum dengan puas, Ummu Sulaim pergi ke kamar untuk bersolek secantik mungkin. Abu Thalhah pun mempergaulinya sebagaimana pasangan suami-istri.

Setelah melihat suaminya merasa kenyang dan terpuaskan, Ummu Sulaim berkata penuh kelembutan, “Wahai Abu Thalhah, bagaimana menurutmu jika ada satu kaum meminjamkan barangnya kepada suatu keluarga, misalnya, kemudian mereka meminta kembali barang yang dipinjamkan tersebut, apakah keluarga tersebut dibenarkan menolaknya?”

Abu Thalhah menjawab, “Tidak.” Ummu Sulaim berkata, “Kalau begitu tabahkanlah hatimu dengan kematian anakmu.” Mendengar hal itu, karuan saja Abu Thalhah menjadi marah, seraya berkata, “Kamu biarkan aku menikmati pelayananmu sehingga aku terpuaskan dengan layananmu. Setelah itu, baru kamu memberitahukan aku tentang anakku.”

Keesokkan harinya, Abu Thalhah pun pergi menemui Rasulullah SAW dan menceritakan apa yang telah terjadi. Mendengar apa yang diceritakan Abu Thalhah, Rasulullah pun bersabda kepadanya, “Semoga Allah memberi berkah kepadamu berdua di malam yang telah kalian lewati itu.” Kemudian, Ummu Sulaim pun hamil.

Demikianlah, gambaran akan kesalihan dan kecerdasan Ummu Sulaim sebagai istri dari Abu Thalhah. Kesalihan dan kecerdasannya terlihat dari beberapa hal.

Pertama, bagaimana kesabarannya dalam menghadapi kematian anaknya. Kedua, bagaimana Ummu Sulaim lebih mementingkan keridhaan suaminya ketimbang kesedihannya.

Ketiga, bagaimana kelembutannya dalam menyampaikan berita kematian anaknya kepada suaminya. Dan, keempat, bagaimana ia berusaha tampil memesona di depan suaminya untuk melanggengkan jalinan keluarga dan kasih sayang di antara keduanya.

Dengan demikian, istri yang salihah lagi cerdas adalah istri yang selalu taat kepada Allah dan Rasul-Nya,  taat kepada suaminya selama tidak bertentangan dengan perintah Allah SWT, menyenangkan suaminya ketika ia dipandang olehnya, menjaga diri dan harta suaminya bila suaminya pergi, dan berpikir, bertutur, serta bersikap cerdas.

Sebagai seorang Muslimah dan istri, kisah di atas harus menjadi renungan dan keteladanan agar menjadi istri yang salihah lagi cerdas. Sebab, kisah di atas mengandung teladan yang realistis bagi kaum Muslimah dan istri yang salihah tentang kecerdasan yang tinggi dan akalnya yang cemerlang.

Ketika seorang Muslimah mampu menjadi istri salihah lagi cerdas ,akan menjadikan dirinya mendapatkan keridhaan Allah SWT, Rasul-Nya, dan keridhaan dari suaminya. Semua itu akan mengantarkannya meraih kebahagiaan di dunia dan di akhirat serta kelak dimasukkan ke surga.

Untuk itu, teladanilah kisah di atas dan pelajarilah terus bagaimana menjadi istri yang salihah lagi cerdas. Berusahalah untuk mempraktikkannya serta bermohonlah kepada Allah SWT agar diberi kemampuan untuk menjadi istri yang salihah serta memiliki kecerdasan.
Istri Salihah Nan Cerdas
sumber : REPUBLIKA.CO.ID. Oleh: Moch Hisyam