![]() |
| Montore |
Akhirnya aku brangkat sekitar
jam 06.00 lebih dikit ga ngebut, wong ga bisa. Hujan lagi di ringroad. Sampai
di degung jam 06.40. disana tiga temanku sudah nunggu, kami terus melanjutkan
perjalanan dengan pelan-pelan sambil menunggu temanku yang rumahnya di Lendah.
Akhirnya kami berlima bersatu untuk satu tujuan (Magelang & Temanggung),
kenapa Magelang dulu, karena disana menghampiri salah satu temanku lagi, selama
perjalanan jogja-magelang hujan terus. Sampai di magelang rumah temanku jam
08.00. Disana kami istirahat sebentar untuk minum secangkir teh yang sudah
disiapkan oleh temanku yang baik sekali. Hehe. Kurang setengah jam kemudian
kami melanjutkan tujuan kami, hujan sudah reda. Perjalanpun terlihat asyik dan
pemandangan yang indah di sekeliling jalan magelang-temanggung. Kami beberapa
kali harus berhenti untuk mengisi bensin. Waktu itu di daerah kedu. Disaat kami
mulai berangkat hujan pun turun kembali, tapi kami pantang menyerah. Terus
melaju.walapun penuh dengan perjuangan, karena banyak genangan air dan lubang
disana sini. Kami susul-menyusul mengikuti cucuk lampah tour the temanggung.
Ada banyak hal yang membuatku berpikir selama perjalanan ke temanggung.
(membuatku merasa terketuk hati ini). Ya Allah berilah kemudahan baginya.
Aamiin. Dan banyak lagi ceritanya.
Dengan basah kuyup akhirnya
sampailah di Temanggung, tepatnya di Kentangan, Lempuyang, Candi roto,
temanggung. Sebenarnya rumah yang kami kunjungi adalah salah satu guru di SMA
tempat kami bekerja, tapi beliau sudah purna tugas. Kami disambut dengan banyak
makanan. “terima kasih, pak, semoga banyak rejeki dan selalu sehat. Aamiin”. Sampai
di sana kira-kira jam10.30. kita ngobrol-ngobrol ngalor ngidul kemana-mana,
asyik dech. Hehe. Udaranya seger pemandangannya bagus. Sampai ga terasa jam
13.00, kita menuju ke “Curug Sewu” perjalanan dari rumah bapaknya kurang lebih
1 jam dengan jalan yang menantang, hujan lagi. Kita sampai jam 14.00. disana pemandangannya
luar biasa. Ga bisa diungkapkan. Kita foto-foto di bawah PESPA PURBA. Hehe. Di sana
aku diajak untuk turun ke dasar air terjun, tapi baru setengah perjalanan aku
menyerah. Capek dech. Aku naik lagi.setelah semua puas. Kami kemudian pulang
menuju rumah bapaknya. Kira-kira jam 16.00. kami sudah disiapkan semangkuk
indomie yang sedap sekali. Setelah tiga puluh menit kami kemudian persiapan
untuk pulang, kita diberi bekal atau oleh-oleh dari pak-nya. “Jambu dan Salak
man”. “Jalan-Jalan Man”, asyik dech. Kita mulai menuju jogja kembali. Masih
hujan, kami pun tetap pulang, pelan-pelan. Temanku bawa jambu satu kwintal
dengan motor tuanya. Hehe. Sorry man. Tapi tetep juga di “kenteske”. Aku ditinggal.
Sampai di ARTOS, kami berpisah dengan pak Aji. Kemudian kami bertiga meneruskan
perjalanan, karena yang dua orang sudah mengenteskan diri. Oya, di Degung motor
saya mengalami masalah “maklum motor tua”, lakernya berbunyi. (incit-incit…..).
kami Cuma berdua, yang satunya sudah memisahkan diri di Degung. Saya paksakan
sampai rumah. Dengan mengucapkan Alkamdulillah akhirnya saya sampai rumah…..
Akan berlanjut dengan hal-hal yang unik lainnya. Hal-hal yang perlu kita
pelajari dalam kehidupan. Ok man. Sampai Jumpa Lagi. Terima kasih.

Waw luar biasa...cerita yang tidak begitu panjang tapi saya bisa merasakan. wah sayang sekali nggk ngajak-ngajak si mas penulis ini,,,pemandangan yg asyik,alhamdulillah
ReplyDelete